Lilypie Kids Birthday tickers

Lilypie Kids Birthday tickers

Monday, June 6, 2011

Pesanan Untuk Wanita




Setiap orang adalah unik. Setiap orang ada kelebihan dan kekekurangannya yang tertentu. Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasululluh s.a.w kerana baginda telah ditentukan maksum.
Selebihnya tidak terkecuali daripada sifat lemah, buruk, hina, sakit dan bermacam-macam perkara lagi. Anda tidak perlu berasa susah hati lantaran gemuk, tidak menarik, terlalu rendah malah cacat.
Biar bagaimana keadaan anda, anda tetap unik dan tanpa anda alam ini tidak sempurna.
Memang Allah menjadikan manusia pelbagai rupa dan gaya. Disitulah berkuasanya Allah. Dia berhak dan mampu berbuat apa saja mengikut kehendak-Nya.
Kita memang tidak ada pilihan untuk mempersoal itu ini, mempertikai itu ini. Anda mungkin berasa rendah hati melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada diri anda.
Nah, anggap ia satu kelebihan. Jika anda sangka anda buruk, ia satu kelebihan yang tiada pada orang cantik. Anda sangka kecantikan sentiasa membawa untung? Tidak, tidak selalunya begitu.
Kadang-kadang kecantikan memusnahkan. Setelah anda dikenali sebagai cantik, ketakutan anda terhadap keburukan lebih besar daripada jika anda semulajadinya buruk. Orang cantik fobia menjadi buruk.
Setiap kedutan di wajah akan dirawat dan setiap kedutan begitu menyusahkan dirinya. Saat menjadi buruk pasti tiba, bagaimanakah perasan si cantik meghadapi hari tua mereka? Bukankah rasa susah yang tiada kesudahan?
Kadang-kadang seekor semut diberikan sayap oleh Allah supaya dia boleh terbang dan menerjah api.
Samalah halnya, kadang-kadang seseorang manusia itu diberikan kecantikan supaya dengan kecantikan itu dia boleh berbuat sebanyak-banyak mungkar untuk diberikan balasan setimpal di Akhirat.
Tontonlah filem atau drama-drama di TV. Kisah hidup orang cantik selalunya penuh duri. Jika anda buruk setidak-tidaknya anda bebas rasa riak dan takbur.
Penghuni neraka kebanyakkannya wanita sebagaimana disabdakan Rasullah s.a.w wanita itu tentu yang cantik tapi gagal memahami untuk apa kecantikan itu diberikan Allah kepadanya.
Dan wanita itu tidak terkecuali juga yang buruk sebab dia berterus-terusan saja mempertikaikan kerja Tuhan.
Siapakah wanita penghuni syurga itu, barangkali yang cantik dan dia sentiasa faham kecantikan itu ukuran manusia . Cantik pada pandanagn Allah adalah ketaatannya terhadap semua perintah dan laragan Allah.
Barangkali juga yang buruk tapi dia faham Allah tidak memandang rupa paras tapi apa yang ada di dalam hatinya. Wahai orang cantik, orang buruk, orang rendah, orang cacat, semuanya itu hanyalah ukuran manusia dan ukuran manuisa selalunya sasar.
Hargai diri anda sebab kewujudan anda mambuktikan kekuasaan Allah!

Thursday, June 2, 2011

pot..pet..pot..pet...=)

mlm nie trase nk menulis jer...huhuhu...ok..first of all..Alhamdulillah alu dpt twrn ke uitm dungun diploma seni kulinari...boleylah aku nk asaskan skill memasak aku yg x seberape nie..time dpt tu...aku x tau nk kte pe...bcoz aku x berape harp ngat aku dpt ekpon...n aku bersyukur ngat dpt gop masuk universiti nie...aku akn berusahe lebih kuat lagi..insya Allah...fighting!...BTW ari isnin nie aku akn dftr n bermulalah kehidupan aku sbgai pelajar uitm diploma seni kulinari nie...!!


Hal lain lah pulak sekarang nie..dlm 2 mlm nie aku spend time tgk cerite My Sassy Girl Chun Hyang.sampai x tgk tv pun..hehe...sanggup terperuk lam bilik,semate2 nk tgk kdrama nie...hehe....best ngat cerite nie..im really like it..=)

well cerite nie sal mong ryong ngan chun hyang terpaksa dinikahkan mase die mude2 dulu...dieorg sebenarnye bru je knal tpi mak ayh dieorng suruh dieorg nikah.spanjang dieorg duduk bersame,,, chun hyang pun fall in love ngan mong ryong..n mong ryong pun same..=)..best ngat cite nie...=)...mlm2 tumpah air mate aku tgk cite nie...aku paling x suke mr.byun hyuk...aku benci la kt karakter org tu...kalau org x suke kt die,,x payh lah nk pakse2!!..ciap wt blackmail lgi kt mong ryong..tpi akhirnya cinta dieorg tetap bersatu..yea!!!The Power Of Love!!huhu...

Tuesday, May 31, 2011

The Ant Prays For Rain

Once there was a big famine in Palestine. It was during the time of the Prophet, Prophet Sulaiman (King Solomon). He came out with his people and proceeded to an open place in the desert to pray for the rains to come.


Suddenly, he saw an ant standing on its two legs, raising its hands up towards the sky and saying,"Oh Allah! We are but very small among all Thy creatures. We cannot survive without Thy grace. Please bestow upon us Thy sustenance and do not punish us because of the sins of human beings. Please send down the rains so that trees can grow, farms become green and grains become available and we have our food to eat."
Prophet Sulaiman knew the language of all animals. He told his people, "Let us go home. The prayer of this ant is enough." It then rained heavily and all the land became green and productive.
The ant is an intelligent creature. During warm days it collects and stores grain inside the holes. It knows that during wet and cold months, it would not be able to go out to search for food. For fear that grain may start growing because of wetness, it splits it into two or more pieces. At times, during moonlit nights, it brings the split grains out of the stores for drying and preservation against decay.
The holes under the ground are made very carefully and covered with shelter to prevent the rain water from getting inside the holes. The ant, unlike the other animals, can lift a burden twice its own weight. It is not a selfish creature. When an ant finds some store of food grains, it runs up to its group and takes its fellow ants to that place. It shows everyone of them its own find of the store. They always behave in this manner. They work and live in co-operation with each other.
This shows how the ant works for the group and how each of them fulfils the needs and livelihood of its fellow-beings. How shameful it is for a man, who has no regard for another man; who has no concern for his fellow human beings who could be starving because of want of food.
Once, while Prophet Sulaiman was travelling together with hosts of men, jinn and birds, they reached a valley of ants.
When the chief of these ants witnessed the pomp and the glory with which Prophet Sulaiman and his companions were approaching toward it. He warned all the ants to get into their holes lest they got trampled and crushed unknowingly by the approaching men and Jinn. Prophet Sulaiman smiled at this warning sounded by the ants' chief, and ordered his companions to wait till the ants went inside their holes. "None of us should hurt any ant while passing over their land", he said.
It is said that Prophet Sulaiman addressed the chief of the ants and said: "How could my people hurt you or your fellow ants when they are floating through air! Don't you know that I am a messenger of God and would never act unfairly?" The chief of the ants replied: "O Messenger of God! My cautioning the ants was not for any hurt that they would suffer but to prevent them getting astray and forgetting the glory of God after seeing your pomp and show."
There is a deep meaning in this event. It shows that even the most humble and smallest of creatures has been endowed with the necessary wisdom to live safely and avoid being hurt as far as possible. It also shows, how even a small ant does have the natural understanding of the true position of Allah. It imparts a lesson that one should not forget the true might and glory of Allah when one experiences a great power and dignity of any creature in this world.
Thus an Ant is one of the most wonderful small creatures in this world. Sura "Naml" (the Ant) in the Holy Qur'an is a chapter named after this creature. Over 1300 years ago, Imam Ali (a) was giving a sermon in Kufa, in which he was describing the beauties of creation in various forms of life. He was referring to small creatures and asking man to study how God made them so small yet so sturdy and strong. He described the ant in these words:
'Look at an ant. How tiny is its body and how delicate are its features! It is such a small creature that it often escapes the eye, and few people care to attach any importance to it among the living beings found on this earth. Look at it and study its ways of life; how it crawls, how it attacks its food; how it lifts a grain so many times heavier than its body, carries it to its hole; how it stores grains; and how in summer it gathers and stocks food for winter and rainy days.

  • source: http://www.iluvislam.com
  

Thursday, April 21, 2011

。◕ ‿ ◕。.....:p

Aku ne sebenarnye xlah beberape pandai nk masak..tapi kalau berkaitan dengan buat kek,kuih,atau roti memang aku nie dalam bahagian oklah..kdg2 x jadi...=(..well semua pun begitu kan..even chef wan buat kek poun bantat...nie kan pula orang yg memang sedikit jer ilmu di dada ni...Pasal nak menimba ilmu..aku suruh r ibu aku ajar care2 nk siang ikan...time tengok ibu aku wat..senang sangat..tapi mase time aku wat...hahaha...aduhai payahnye..hancur ikan tu aku kerjakan..
mujurlah ibu aku x marah..bru jer beberape ikan aku sudah siang,kwan aku call...so terpakse lah berhenti coz hari tu aku da janji nk jumpe kwn kat mc donald...Kemudian..sesi pembelajaran aku disambungkan kelmarin..ibu aku bgi 100% kepercayaan kat aku untuk siang ikan nie walaupun aku nie x berape pandai..well..lepas da beberape ekor ikan aku da wat...barulah aku dpat teknik yg betul n senang bagi orang yg kidal macam aku nie...hehe..i hope i can  do better next time..=)...
Aku nk wat kek cam anime nie wat....can i???yes..i can!!!..go go girl!!!

Tuesday, April 19, 2011

maksud di sebalik kata...

alt
Sering kita menjadi mangsa,
Pada manis bicara,
Putar belit kata,
Tuturan lidah manusia,
Yang melontarkan kita ke gaung tipu daya,
Sesat dalam rimba percaya.
Manisnya bicara,
Laksana gula,
Manisnya meracun jiwa,
Taksubnya ...
Mengikat sangsi di perdu jati,
Kukuh talinya bersimpul mati.
Sedar-sedar saja ...
Segalanya telah tiada,
Hilang harta,
Hilang mahkota,
Barulah terungkai maksud di sebalik kata,
Bukti yang nyata,
Janji-janji yang dikata,
Tidak pernah terkota.

Monday, April 11, 2011

O.B.O.R

Dalam melayari bahtera harapan,
Aku terdampar di tengah lautan,
Ku cuba mencari arah pulang,
Semakin jauh perjalanan,
Semakin hampir ke hujung perhentian.
Disaat ini,
Aku tersentak,
Dari perjalanan yang panjang,
Ku tersedar di saat api hampir membakar puntungnya,
Baru ku tahu,
Impian yang ku impikan,
Makin menjauh,
Dek kerana lenaku yang panjang,
Aku terhenti,
Ditengah lautan yang mendalam,
Ku cuba mencari arah persimpangan,
Yang harus ku tuju.
Untukku kejar impianku yang semakin pudar...
Tergapai-gapai dalam pencarian,
Perjalanan yang ku lalui makin kutinggalkan,
Langit yang warnanya cerah gemilang,
Berubah rupanya kearah kegelapan,
Aku meratapi nasibku dalam kepekatan malam,
Ku melangkah menyelusuri kegelapan,
Air yang putih jernih warnanya,
Makin membasahi dahiku,
Kakiku yang makin keletihan,
Diiringi hati,
Yang makin ingin merobohkan harapan,
Yang selama ini inginku genggam,
Fikiranku menerawang jauh ke alam fantasi,
Indahnya, andai semua itu menjadi realiti,
Dibumi nyata ku berpijak,
Apakah mampu terbina sebuah mahligai,
Yang gah bersinar dengan permata,
Andaiku menderita dalam kesuraman ini,
Kaki yang semakin lebur ini ku gagahi,
Demi ku laksanakan fantasi menjadi realiti...
Fikiranku menerawang jauh ke alam fantasi,
Indahnya, andai semua itu menjadi realiti,




Tapi apakah mampu kuteruskan pelayaran ini,
Tanpa cahaya yang menyuluh kegelapan.

Ku merasakan cahaya yang bersinar,
Memenuhi pandanganku yang kelam.
Disisi obor,
Yang menerangi kegelapan pelayaranku,
Yang menemani kesepian kalbuku,
Yang menjadi pendamping bicaraku,
Yang sentiasa disisiku,
Disaat kegelapan dan kesunyian,
Cahayamu yang sentiasa terpancar,
Tanpa mengira kecerahan matahari,
Malah sinaran bulan,
Kau ibarat api yang membakar semangat,
Disaat keteguhan hati kian hancur,
Dek kerana nafsu yang menggila...

Akhirnya,
Cahaya apimu yang membara padam jua,
Disaat itu,
Telah ku temui perhentian yang pasti.
Biarpun sinarmu telah pergi,
Bersama sinar mentari,
Yang makin menjelma disebalik awan,
Tetap kau tinggalkan untukku suatu kebahagiaan,
Kayu apimu,
Akan ku abadikan sebagai kenangan,
Cahayamu,
Akan sentiasa terpahat di hatiku,
Sebagai memori kita.
TERIMA KASIH OBOR...






from:iluvislam


Wednesday, April 6, 2011

Aku Seorang MUJAHIDAH

Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama.

Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijak,
Pendorong dikala kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan.

Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat pada abuyanya yang sentiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah ia sebagai wanita penghulu syurga.

Sanggupkah aku menjadi ibu seperti Khansa'?
Rela menyerahkan anak-anaknya ke medan pertempuran,
Biarpun darah menjadi penggantinya,
Asalkan syahid menjadi habuan.

Aku pasti akan berusaha menjadi pewaris mereka,
Ayuh, kita bangun bersama,
Wahai para mujahidah!
From iluvislam